Blog ini berisi berbagai macam informasi pokoknya macem-macem. Bagi Siswa-siswi SMK Cokroaminoto 1 Banjarnegara Silahkan Manfaatkan dan ambil materi-materi yang dibutuhkan dan tentunya berkaitan dengan Mata Pelajaran yang ada. SEMUA JURUSAN YANG ADA TELAH TERAKREDITASI DARI BADAN AKKREDITASI NASIONAL
Kawasan Waduk Mrica ini erletak arah Barat + 10 Km dari Kota Banjarnegara. Merupakan lokasi wisata yang sangat menarik, karena disamping hamparan air yang sangat luas, juga terdapat bukit-bukit yang rimbun oleh pepohonan nan indah dan asri.
Adalah waduk terpanjang di Asia Tenggara yang membendung Sungai Serayu dan mempunyai kapasitas tenaga listrik 184,5 Mega Watt. Obyek wisata Waduk Mrica menawarkan berbagai paket wisata air yakni berperahu mengelilingi waduk, Olahraga dayung maupun memancing. Disamping Arena Permainan Anak dan Panggung Terbuka, disini juga terdapat Padang Golf dengan 8 Hole.
Klampok merupakan salah satu desa di Kabupaten Banjarnegara yang menjadi pusat pembuatan keramik. Disana terdapat tidak kurang dari 50 pengrajin keramik yang mengolah tanah liat menjadi barang yang mempunyai karya seni tinggi. Industri keramik di Desa Klampok memiliki sejarah panjang sebelum akhirnya dikenal luas. Ini berawal dari kerja keras Kandar Atmomihardjo.
Pada 1935, Kandar –yang saat itu menjadi guru di Kebumen– mendapat kesempatan dari Pemerintah Belanda untuk belajar ilmu keramik di Keramische Laboratorium di Bandung. Selama setahun di sana Kandar mendalami seluk-beluk perkeramikan. Usai dari Bandung, Kandar diserahi tugas memimpin perusahaan keramik Banjarnegara. Namun, tugas tersebut hanya dipegangnya lima tahun. Sebab, setelah itu ia ditugaskan ke Magelang. Di sini pun ia tak tinggal lama, karena beberapa tahun kemudian dia kembali ke Klampok dan mendirikan Sekolah Teknik, yang salah satu jurusannya adalah teknik membuat keramik.
Tahun 1957, Kandar keluar dari Sekolah Teknik dan mendirikan perusahaan industri keramik yang diberi nama Meandallai. Nama itu sebenarnya merupakan singkatan dari Mendidik Anak Dalam Lapangan Industri. Tenaga kerjanya, kebanyakan adalah anak-anak putus sekolah dan para pengangguran. Dari sinilah awal tumbuh dan menjamurnya perusahaan keramik di Klampok. Kandar Atmomihardjo sendiri meninggal pada 1977 lalu. Namun, usaha yang dirintisnya tidaklah sia-sia. Selain menjadi mata pencaharian bagi warga Klampok, produksinya juga dikenal luas ke berbagai penjuru dunia.
Booming keramik asal Klampok pernah terjadi sekitar 1980-an. Banyak orang asing yang datang ke Indonesia hanya untuk ke Klampok dan memesan keramik. “Intensitas ekspor keramik ke luar negeri kini memang agak berkurang,” kata salah seorang pengusaha keramik yang sukses, Budi Santosa, 33 tahun. Namun, pengusaha pemilik sanggar Prisma Keramik yang memiliki sekitar 15 cabang yang kini tersebar di Jakarta, Surabaya, Bali, dan Yogyakarta, itu mengaku masih mengirim keramiknya ke Prancis, Jerman, Belanda, Swiss, dan beberapa negara Asia lainnya.
Tulisan ini dapat memberikan gambaran dan menjadi panduan perjalanan anda. Apabila anda dari Jogjakarta : Jalur Utama: Yogyakarta – Magelang – Secang – Temanggung – Wonosobo – Dieng ( Bis Besar )
Jalur Alternatif: Yogyakarta – Magelang ( Borobudur ) – Slento – Kepil – Wonosobo – Dieng ( Bis kecil )
Apabila anda sampai Kota Wonosobo menggunakan bis besar maka anda dapat mengganti kendaraan ( sewa ), Bis mikro ke Dieng tarif + Rp. 250.000 – Rp. 300.000,-.
Sebelum masuk Dieng ( diwilayah Wonosobo ) terdapat Tol Retribusi di Garung memungut retribusi wisatawan Lembah Dieng ( BUKAN DATARAN TINGGI DIENG ) Rp. 2.000,- / orang. Setelah Masuk Dieng .
Anda dapat membeli tiket terusan untuk 4 ( empat ) obyek yaitu komplek Candi Arjuna + Kawah Sikidang + Dieng Plateau Theater + Telaga Warna. ( Obyek Wisata Poros)Untuk wisnus Rp. 12.000,-/ Orang dan untuk wisman Rp. 20.000,- / Orang atau membeli tiket per obyek yaitu Rp. 3.000,-/ Orang wisnus dan Rp. 10.000,- / Orang Wisman
Ada satu obyek wisata yang sangat penting untuk dikunjungi, lokasinya satu komplek dengan Obyek Wisata Komplek Candi Arjuna yaitu museum Dieng Kailasa dengan tiket masuk uji coba sebesar Rp. 2.000,- / orang
Selain ke 4 obyek wisata tersebut masih ada obyek wisata lain yang sangat indah, unik dan menarik untuk dikunjungi yaitu :
Obyek wisata Kawah Sileri jarak + 4 km dari komplek candi Arjuna tiket Rp. 2.500,- / orang
Obyek Wisata Telaga Merdada jarak + 3 km dari Komplek Candi Arjuna harga tiket Rp. 2.500,- / orang
Obyek Wisata Kawah Candradimuka + jarak 8 km dari komplek Candi Arjuna harga tiket Rp. 2.500,- / orang
Obyek Wisata Sumur Jalatunda jarak + 8 km dari komplek Candi Arjuna Rp. 2.500,-
Apabila Anda membutuhkan Penginapan maka dapat menginap di Homestray dengan kualitas yang baik dan bersih. Tarif Rp. 100.000,- s/d Rp. 150.000,- / Kamar / hari
Di Dieng belum ada Hotel Bintang sehingga masyarakat lokal melayani wisatawan dengan membuka usaha home stay
Apabila anda membutuhkan seorang Pemandu Wisata maka anda dapat dengan mudah menemukan guide yang siap memandu anda dengan Fee Rp. 50.000 s/d Rp. 150.000,- tergantung berapa banyak obyek wisata yang dikunjungi.