Selasa, 17 Maret 2009

Kabupaten Banjarnegara

Peta lokasi Kabupaten Banjarnegara

Lambang Kabupaten Banjarnegara

Kabupaten Banjarnegara, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Ibukotanya adalah Banjarnegara. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang di utara, Kabupaten Wonosobo di timur, Kabupaten Kebumen di selatan, dan Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga di barat.

Lebih dari separuh wilayah kabupaten ini merupakan pegunungan. Secara umum Kabupaten Banjarnegara dapat dibagi menjadi 3 zona:

  • Zona Utara, adalah kawasan pegunungan yang merupakan bagian dari Dataran Tinggi Dieng, Pegunungan Serayu Utara. Di perbatasan dengan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang terdapat beberapa puncak, seperti Gunung Rogojembangan dan Gunung Prahu. Beberapa kawasan digunakan sebagai obyek wisata, dan terdapat pula tenaga listrik panas bumi.
  • Zona Tengah, merupakan zona Depresi Serayu yang cukup subur
  • Zona Selatan, merupakan bagian dari Pegunungan Serayu.

Sungai Serayu mengalir menuju ke timur, serta anak-anak sungainya termasuk Kali Tulis, Kali Merawu, Kali Pekacangan, Kali Gintung dan Kali Sapi. Sungai tersebut dimanfaatkan sebagai sumber irigasi pertanian.

Wilayah kabupaten Banjarnegara memiliki iklim tropis, dengan curah hujan rata-rata 3.000 mm/tahun, serta suhu rata-rata 20°-26° C.

[sunting] Pembagian administratif

Kabupaten Banjarnegara terdiri atas 18 kecamatan, yang dibagi lagi atas 273 desa dan 5 kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Banjarnegara.

Kota-kota kecamatan yang cukup signifikan adalah: Mandiraja dan Klampok.


Banjarnegara dilalui jalan provinsi yang menghubungkan antara Banyumas dengan Magelang dan Semarang. Klampok merupakan persimpangan jalur menuju Purbalingga dan Banyumas. Selain itu terdapat jalan provinsi yang menghubungkan Banjarnegara dengan Batang, melintasi Dataran Tinggi Dieng.

Angkutan bis antarkota yang melewati Banjarnegara antara lain adalah jurusan Solo-Bawen-Wonosobo-Purwokerto, Semarang-Bawen-Wonosobo-Purwokerto, Wonosobo-Banjarnegara-Bandung, Wonosobo-Banjarnegara-Banyumas serta Banjarnegara-Jakarta.

Alternatif lain adalah menggunakan jasa angkutan travel yg antara lain dilayani adalah Jakarta-Purwokerto-Banjarnegara-Wonosobo; Bandung-Purwokerto -Banjarnegara-Wonosobo; Purwokerto-Banjarnegara-Semarang; Purwokerto-Banjarnegara-Yogya; Purwokerto-Banjarnegara-Semarang-Surabaya

Alternatif angkutan didalam kota Banjarnegara adalah menggunakan Angkutan Kota (Angkot),Becak, Dokar (= Kereta kuda)


Sejarah

Karena berjasa kepada Pemerintah Mataram dalam Perang Diponegoro, R. Tumenggung Dipayudha IV diusulkan oleh Pakubuwono VII menjadi Bupati Banjar pada tanggal 22 Agustus 1831 (sebelumnya status Bupati Banjar telah dihapus). Waktu itu ibukota kabupaten berada di Banjarmangu. Meluapnya Sungai Serayu dinilai sebagai kendala yang menyulitkan transportasi dengan ibukota Kasunanan Surakarta, sehingga ibukota kabupaten akhirnya dipindahkan ke lokasi yang baru di sebelah selatan sungai, dengan nama Banjarnegara (Banjar: sawah; Negara: kota).

Tumenggung Dipayudha menjabat sebagai bupati hingga tahun 1846, dan pengganti Bupati Banjarnegara selanjutnya adalah:

  1. R. Adipati Dipadiningrat (1846-1878)
  2. Mas Ngabehi Atmodipuro (1878-1896)
  3. Raden Mas Jayamisena (1896-1927)
  4. Raden Sumitro Kolopaking Purbonegoro (1927-1949)
  5. R. Sumitro (1949-1960)
  6. R. Mas Soedjirno (1960-1967)
  7. R. Soedibjo (1967-1973)
  8. Drs. Soewardji (1973-1980)
  9. Drs. H. Winarno Surya Adisubrata (1980-1986)
  10. H. Endro Soewarjo (1986-1991)
  11. Drs. H. Nurachmad (1991-2001)
  12. Drs. H. Djasri, MM - Drs. Hadi Supeno. MSi(2001 - 2006)
  13. Drs. H. Djasri, MM - Drs. Soehardjo (2006-2011) sebagai pasangan bupati - wakil bupati banjarnegara yang terpilih pertama kali melalui Pilkada langsung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar