Rabu, 18 Maret 2009

Sejarah Keramik Klampok Banjarnegara


Klampok merupakan salah satu desa di Kabupaten Banjarnegara yang menjadi pusat pembuatan keramik. Disana terdapat tidak kurang dari 50 pengrajin keramik yang mengolah tanah liat menjadi barang yang mempunyai karya seni tinggi. Industri keramik di Desa Klampok memiliki sejarah panjang sebelum akhirnya dikenal luas. Ini berawal dari kerja keras Kandar Atmomihardjo.

Pada 1935, Kandar –yang saat itu menjadi guru di Kebumen– mendapat kesempatan dari Pemerintah Belanda untuk belajar ilmu keramik di Keramische Laboratorium di Bandung. Selama setahun di sana Kandar mendalami seluk-beluk perkeramikan. Usai dari Bandung, Kandar diserahi tugas memimpin perusahaan keramik Banjarnegara. Namun, tugas tersebut hanya dipegangnya lima tahun. Sebab, setelah itu ia ditugaskan ke Magelang. Di sini pun ia tak tinggal lama, karena beberapa tahun kemudian dia kembali ke Klampok dan mendirikan Sekolah Teknik, yang salah satu jurusannya adalah teknik membuat keramik.

Tahun 1957, Kandar keluar dari Sekolah Teknik dan mendirikan perusahaan industri keramik yang diberi nama Meandallai. Nama itu sebenarnya merupakan singkatan dari Mendidik Anak Dalam Lapangan Industri. Tenaga kerjanya, kebanyakan adalah anak-anak putus sekolah dan para pengangguran. Dari sinilah awal tumbuh dan menjamurnya perusahaan keramik di Klampok. Kandar Atmomihardjo sendiri meninggal pada 1977 lalu. Namun, usaha yang dirintisnya tidaklah sia-sia. Selain menjadi mata pencaharian bagi warga Klampok, produksinya juga dikenal luas ke berbagai penjuru dunia.

Booming keramik asal Klampok pernah terjadi sekitar 1980-an. Banyak orang asing yang datang ke Indonesia hanya untuk ke Klampok dan memesan keramik. “Intensitas ekspor keramik ke luar negeri kini memang agak berkurang,” kata salah seorang pengusaha keramik yang sukses, Budi Santosa, 33 tahun. Namun, pengusaha pemilik sanggar Prisma Keramik yang memiliki sekitar 15 cabang yang kini tersebar di Jakarta, Surabaya, Bali, dan Yogyakarta, itu mengaku masih mengirim keramiknya ke Prancis, Jerman, Belanda, Swiss, dan beberapa negara Asia lainnya.

budpar-banjarnegara.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar